Perbedaan Antara Penerjemah Tersumpah dan Biasa, Mana yang Lebih Baik?

Jakarta – Profesi sebagai penerjemah tak hanya memerlukan kemampuan bahasa asing, namun juga berbagai sertifikasi agar dokumen yang telah diterjemahkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Dalam dunia interpreter pun, dikenal dua jenis penerjemah yaitu penerjemah tersumpah dan biasa atau non-tersumpah.

Seorang penerjemah tak hanya bertugas sekadar mengartikan, namun juga dapat mempertanggungjawabkan arti dari isi dokumen agar tidak berubah dari maksud dan tujuan aslinya. Oleh karena itu diperlukan berbagai sertifikasi dan bukti keabsahan yang dikeluarkan oleh lembaga tinggi terkait. Inilah yang menjadi inti perbedaan seorang penerjemah tersumpah dan biasa.

Seorang penerjemah tersumpah maka hasil terjemahannya bersifat legal atau sama dengan dokumen aslinya. Dokumen yang telah diterjemahkan juga dapat dipertanggungjawabkan setelah melalui proses penyetujuan dari Kementerian Luar Negeri dan juga Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan tidak demikian jika Anda memakai seorang penerjemah biasa yang hanya mengartikan, tanpa perlu berbagai sertifikasi untuk bukti keasliannya.

“Harus ada stempel yang sudah ditandatangani ditiap halaman. Misalnya kayak dokumen resmi yang harus dibawa keluar, dokumen untuk sidang, untuk kedutaan. Dokumen yang biasanya butuh kelegalan terlihat dari capnya, cuma bisa dikeluarkan oleh penerjemah resmi,” ujar Ali Mustofa, admin dari lembaga penerjemah, Solusi Penerjemah, saat diwawancara Wolipop melalui telepon, Jumat (5/12/2014).

Perbedaan tak hanya untuk cap di tiap lembar dokumen tapi juga dalam hal tarif. Tarif dihitung dari tiap lembar halaman yang diterjemahkan. Perbedannya pun tak terlalu jauh. Ditambahkan oleh Ali, biasanya penerjemah tersumpah memberi harga Rp 50 ribu tiap lembarnya, sedangkan penerjemah biasa hanya Rp 40 ribu per lembar.

Ali menambahkan, jasa penerjemah tersumpah tak habis sampai menerjemahkan dokumen. Mereka juga memiliki tim untuk mengurusi masalah legalisasi dari kedutaan ataupun Kementerian Hukum dan HAM.

Meski tak memiliki sertifikasi, namun untuk keperluan pribadi Anda tak perlu repot menghubungi penerjemah resmi dan juga berbagai lembaga negara yang terkait. Misalnya untuk keperluan membuat karya tulis, teks fiksi, materi promosi ataupun buku-buku yang hanya dipakai untuk keperluan pribadi, Anda bisa memakai jas penerjemah biasa.

sumber : https://wolipop.detik.com/read/2014/12/05/140055/2768812/1133/perbedaan-antara-penerjemah-tersumpah-dan-biasa-mana-yang-lebih-baik
Perbedaan Antara Penerjemah Tersumpah dan Biasa, Mana yang Lebih Baik?
WhatsApp WhatsApp us